Bersenang-senanglah di Dunia Maya dan Dunia Nyata

Thursday, December 27, 2012

Inggris Sukses Ujicoba Virus Anti Kanker ala "Kuda Troya"


Virus itu menyusup ke tumor, dan menghancurkan sel kanker (Foto: Ilustrasi riset)

Sekelompok ilmuwan di Inggris berhasil ujicoba memberantas kanker prostat setelah menyusupkan kumpulan virus dengan metode terapi "Kuda Troya." Kendati baru berhasil diujicoba pada tikus, penelitian ini membawa optimisme baru dalam mencari cara memerangi kanker, penyakit mematikan bagi manusia yang hingga kini masih sulit ditemukan obat mujarabnya.


Hasil penelitian sementara pada tikus itu dipublikasikan di jurnal medis Cancer Research dan dikutip oleh media massa internasional seperti stasiun berita BBC. Para pakar menilainya sebagai studi yang menarik, walau masih butuh riset pada manusia.

Virus eksperimental itu mereka namai "Kuda Troya," dengan terinspirasi dari mitologi peperangan klasik bangsa Yunani kuno. Dalam kisah itu, pasukan Yunani kuno berhasil menyerang Kota Troya setelah bersembunyi di dalam sebuah patung kuda raksasa, yang dikira musuh sebagai barang persembahan kepada dewa.  

Cara kerja virus hasil eksperimen itu mirip dengan strategi "Kuda Troya." Dalam ujicoba pada tikus, tim peneliti menyelipkan virus pembunuh kanker di dalam sistem kekebalan tubuh untuk menyusup ke dalam sebuah tumor. Begitu sudah menyusup ke dalam, puluhan ribu virus itu dilepas untuk menghabisi sel-sel yang terpapar kanker.

Menggunakan virus untuk secara cepat menghancurkan tumor yang terus tumbuh merupakan terobosan menarik dalam penelitian terapi kanker. Masalahnya adalah bagaimana memasukkan virus-virus itu jauh ke dalam tumor untuk berakhir tanpa menimbulkan efek yang membahayakan bagi penderita.

"Masih ada masalah untuk menyusupkan virus-virus dalam kadar yang cukup ke dalam tumor," kata Profesor Claire Lewis dari Universitas Sheffield kepada BBC. Dalam eksperimen ini, dia dan timnya menggunakan sel-sel darah putih sebagai "kuda tumpangan" bagi para virus untuk menyusup.

Di tahap akhir riset yang berlangsung selama 40 hari itu, semua tikus yang menjadi bahan percobaan "Kuda Troya" tetap hidup dan tidak terlihat lagi tanda-tanda tumor. Sebagai pembanding, ada sejumlah tikus yang menerima terapi lain justru tidak mampu bertahan hidup dan kanker di dalam tubuh mereka malah menyebar.

Dalam riset itu, seperti yang juga diberitakan Medical Daily, butuh sekitar 12 jam untuk mengetahui sukses tidaknya penyusupan. Pada saat itu, sel darah putih yang disusupi pecah dan melepaskan 12.000 virus yang segera beraksi membunuh sel-sel kanker.

Walau masih perlu riset lebih lanjut, tim peneliti berharap terapi "Kuda Troya" itu pada akhirnya bisa menjadi penyembuhan kanker yang efektif dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Selama ini, metode yang digunakan berupa chemotherapy atau radiotherapy, yang tidak hanya memerangi sel-sel kanker, namun juga berisiko merusak sel-sel sehat yang masih vital bagi keberlangsungan hidup penderita.(viva.co.id)



0 Comment:

Post a Comment